Jumat, 19 Desember 2014

book of Singosari



Profil  Singosari
            Kecamatan Singosari  terletak di wilayah pemerintahan Kabupaten Malang,provinsi Jawa Timur. terletak pada posisi ketinggian 400-700 meter dari permukaan laut dan Suhu rata-rata Singosari adalah 17-27 derajat celcius, membuat wilayah ini memiliki udara yang cukup sejuk. Pada awal abad pertengahan, penduduk di wilayah ini banyak yang berprofesi sebagai petani karena letaknya cukup strategis untuk bercocok tanam.
            Dikarenakan terletak di jalur utama Jalan yang menghubungkan Kota besar Malang - Surabaya, membuat  jalan Raya Singosari  semakin lama semakin padat. terutama setelah Wilayah Kota Batu dicanangkan sebagai Kota Wisata, banyak wisatawan melewati jalan Raya Singosari, kemacetan di ruas jalan raya seringkali terjadi dan tidak dapat di hindari lagi.
            Luas wilayah Kecamatan Singosari ± 68,23 km². Sebagian besar wilayahnya masih berupa lahan pertanian dan hutan  lindung walaupun di beberapa lokasi yang berdekatan dengan jalur arteri sudah mulai berdiri bangunan - bangunan besar perusahaan.. di bagian barat wilayahnya tepat berada di kaki gunung Arjuno. di sinilah banyak terdapat tanaman dataran tinggi seperti Kopi, Teh, Mahoni, Sengon ,dan perkebunan Jagung.
Sekilas Sejarah Singosari
            Kebesaran nama Singosari tidak lepas dari masa lalu  sebuah  nama kerajaan yang cukup terkenal yakni Singhasari dengan Ken Arok sebagai raja dan Kendedes sebagai permaisurinya . sebuah kerajaan kecil yang melahirkan keturunanya hingga mebentuk sebuah kerajaan besar bernama Majapahit, yang mampu mempersatukan Nusantara. dibawah kepemimpinan Prabu Hayam wuruk dengan Maha patih Gajah Mada yang melegenda .
            Salah satu peninggalan kerajaan tersebut yang kini menjadi salah satu tempat wisata andalan adalah Candi Singosari dan sepasang patung Dwarapala yang merupakan patung terbesar di Indonesia, menurut penjaga situs sejarah ini, arca Dwarapala merupakan pertanda masuk ke wilayah kotaraja, namun hingga saat ini tidak ditemukan secara pasti dimanan letak kotaraja Singhasari. Selain itu juga terdapat sebuah candi Budha atau tepatnya stupa di desa Sumberawan dan diberi nama sesuai nama desa itu yaitu Candi Sumberawan. Candi Sumberawan sering dipakai umat Budha sebagai pusat perayaan Hari Raya Waisak di Kabupaten Malang.
Seni dan Budaya di Singosari
            Pertambahan jumlah penduduk di Singosari terasa cukup tinggi. hal ini mungkin dipengaruhi oleh banyaknya pendatang yang akhirnya menetap di Singosari, baik itu dari kalangan pedagang, anggota militer, santri  maupun dari kelompok usaha yang lain. Dengan semakin banyaknya jumlah penduduk dan pendatang, maka lahirlah kultur dan budaya baru di kalangan generasi muda , bahkan saat ini terjadi semacam percampuran kebudayaan
             Gelombang globalisasi tak luput juga memberikan dampak bagi anak muda di wilayah ini, terbukti dari terbentuknya kelompok punk dan grup band beraliran rock. Namun budaya Jawa juga tetap dipegang oleh warga Singosari. Sebutan Kota Santri juga dibuktikan dengan masih kuatnya kultur religius yang diaplikasikan oleh warga Singosari.
            Pemerintah Kabupaten Malang memproyeksikan Singosari sebagai salah satu destinasi wisata budaya dan wisata religi bagi wisatawan, salah satu perwujudannya adalah dengan digelarnya Grebeg Singhasari oleh jajaran pemerintah bersama warga Singosari untuk mencerminkan kejayaan Singosari, dulu maupun sekarang.
Markas Militer
            Sejak masa penjajahan Belanda, wilayah Malang merupakan markas dari beberapa institusi militer dan hal itu berlanjut sampai Republik Indonesia berdiri. Beberapa institusi militer yang bermarkas di Singosari antara lain, Batalyon Artileri Medan 1/105 (Armed), Batalyon Kavaleri  (YonKav)3/Serbu dan Divisi Infanteri 2/Kostrad
            Di wilayah timur Singosari juga terdapat Perumahan yang di peruntukkan bagi keluarga besar Angkatan Udara yang sedang bertugas di Markas TNI AU Abdul Rahman saleh.
Desa/Kelurahan
  1. Ardimulyo
  2. Banjararum
  3. Baturetno
  4. Dengkol
  5. Gunungrejo
  6. Klampok
  7. Langlang
  8. Purwoasri
  9. Randuagung
  10. Tamanharjo
  11. Toyomarto
  12. Tunjungtirto
  13. Watugede
  14. Wonorejo
  15. Losari (kelurahan)
  16. Pagentan (kelurahan)
  17. Candirenggo (kelurahan)
Singosari kini
            "Perubahan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari oleh siapapun yang memiliki umur".
            begitu juga dengan  kecamatan Singosari. singosari yang dahulu pernah jaya sebagai kerajaan dan merupakan bagian terpenting dari awal bersatunya nusantara, kini mulai meredup.Perubahan terbesar yang bisa dilihat adalah dalam hal budaya.
            Kebudayaan Jawa yang merupakan akar dari berbagai kebiasaan yang dipakai oleh penduduk Singosari dahulu yang banyak menganut budaya dari agama nenek moyang (Hindu dan Budha)  tentunya banyak mengalami perubahan setelah masuknya agama Islam di bumi nusantara. Namun tidak semua perubahan budaya penduduk Islam di Timur tengah bisa serta merta merubah kebiasaan orang Jawa. Maka tampilah tokoh-tokoh Islam dengan memakai atribut Jawa yang mulai bisa diterima oleh penduduk Jawa , termasuk di wilayah Singosari.
            Dengan diterimanya Islam sebagai agama mayoritas, maka perubahan budaya Jawa yang Islami mulai berkembang, maka lahirlah perpaduan budaya yang melahirkan budaya baru. Hal ini bisa kita lihat masih adanya acara-acara sakral seperti neloni, mitoni ,gerebeg Suro, gerebeg Maulid serta penanggalan jawa yang hampir sama jumlahnya dengan penanggalan hijriyah dan lain-lain.
            Di Singosari sendiri sejak tahun   mulai berdiri pondok - pondok pesantren yang menjadi tempat belajar ilmu - ilmu Islam. Dari keterangan para tokoh masyarakat  dan beberapa literatur , Pondok pesantren tertua yang ada di wilayah Malang raya adalah Pondok pesantren Bungkuk. dibawah asuhan Kyai Tohir sebagai Pimpinannya. Dengan demikian, hingga saat ini dengan semakin bertambah banyaknya jumlah pondok pesantren, maka pantaslah jika beberapa tokoh masyarakat dan ulama mendeklarasikan Singosari sebagai kota santri.
           
            Dari sini kami mulai berusaha menyusun dan mendata dalam bentuk daftar serta mencatat dan menginformasikan beberapa hal yang berkaitan erat dengan wilayah kecamatan Singosari.
            Mulai dari Situs Peninggalan Sejarah, Pendidikan,kegiatan penduduk,Usaha penduduk dan lain lain. Kami juga akan merevisi buku ini tiap tahun.



Situs Sejarah
1. Candi Singosari  di Kelurahan Candirenggo    
Berdasarkan penyebutannya pada Kitab Negarakertagama pupuh 37:7 dan 38:3 serta Prasasti Gajah Mada bertanggal 1351 M di halaman komplek candi, candi ini merupakan tempat "pendharmaan" bagi raja Singasari terakhir, Sang Kertanegara, yang mangkat pada tahun 1292 akibat istana diserang tentara Gelang-gelang yang dipimpin oleh Jayakatwang. Kuat dugaan, candi ini tidak pernah selesai
Candi Singasari baru mendapat perhatian pemerintah kolonial Hindia Belanda pada awal abad ke-20 dalam keadaan berantakan. Restorasi dan pemugaran dimulai tahun 1934 dan bentuk yang sekarang dicapai pada tahun 1936.


2. Arca Dwarapala  di Kelurahan Candirenggo




3.Candi Sumberawan  Di Desa Toyomarto














Pendidikan
Dengan dicanangkanya Singosari sebagai Kota Santri , maka tempat pendidikan di Singosari  sebagian besar bernuansa Islami.
Beberapa institusi pendidikan yang ada di Singosari antara lain:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar